Senin, 30 Maret 2015



Sindrom Metabolik


    Dalam bahasa kedokteran, sindrom metabolik diartikan sebagai sekumpulan faktor resiko penyakit kardiovaskuler yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kelainan jantung, stroke, dan diabetes melitus.
Faktor-faktor resiko itu, antara lain:
  • lingkar pinggang lebih dari 90 cm untuk pria dan lebih dari 80 cm  untuk wanita (dengan menggunakan pita meteran yang biasa digunakan penjahit, lingkar pinggang diukur tepat satu sentimeter di atas pusar), 
  • tekanan darah lebih dari 130/80 mgHg, 
  • trigliserida lebih dari 150 mg/dl, 
  • kadar kolesterol baik (HDL) untuk pria kurang dari 50 mg/dl dan kurang dari 40 mg/dl bagi wanita, dan kadar gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl.
    Sindrom metabolik sebenarnya bukanlah merupakan suatu kondisi penyakit, melainkan merupakan kondisi prasakit. Sindrom metabolik adalah awal terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Dan sejak 10 tahun terakhir, jenis penyakit akibat kelainan sistem metabolisme tubuh ini dinobatkan sebagai pembunuh utama manusia.
    Terapi tahap pertama untuk sindrom metabolik adalah mengubah pola hidup, terutama mengurangi berat badan dan meningkatkan aktifitas fisik. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa latihan fisik dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas dan keseragaman fisik, menurunkan trigliserida  dan Kolesterol jahat (LDL), serta menurunkan berat badan.
Selain aktifitas fisik, diet secara spesifik dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom metabolik. Seperti :
  • ·         Mengurangi asupan lemak jenuh untuk menurunkan resistensi insulin
  • ·         Mengurangin asupan garam untuk menurunkan tekanan darah
  • ·         Mengurangi asupan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi untuk menurunkan kadar glukosa darah dan trigliserida
    Apabila dirasa mendesak, maka intervensi farmakologis dengan cara pemberian obat-obatan kimia untuk mengatasi sindrom metabolik ini dapat dilakukan. Sehingga hal-hal yang lebih parah seperti serangan jantung mendadak dapat dicegah.

Sumber: Fikri, Fairuz.2009.Bahaya Kolesterol :memahami,mendeteksi, dan mengontrol kolesterol.Jogjakarta:Kata Hati.